Kamis, 29 September 2011

Sambutan Ortu

Sambutan saya mewakili ortu pada Yudisium Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) Tanggal 26 September 2011 di Ruang Prof. Ir. H. Supardi Lantai II Fakultas Pertanian.

Yth:
1.    Dekan Fakultas Pertanian, ibu  Ir. Hj. Rodinah,MS
2.    Pembantu Dekan I, bapak Ir. H. Syaifuddin, MS
3.    Pembantu Dekan II, bapak Ir. H. Yusuf Azis, M.Sc
4.    Pembantu Dekan III, bapak Ir. H. Abdus Samad, MS
5.    Ketua dan Anggota Senat Fakultas Pertanian
6.    Para ketua jurusan
7.    Para ketua prodi
8.    Para dosen Fakultas Pertanian
9.    Ketua IKOMA
10.   Ketua HAPTAN
11.   Orang tua alumni mahasiswa
12.   Para alumni mahasiswa yang saya banggakan.





Pertama-tama saya memohon ijin kepada semua orang tua alumni mahasiswa untuk mewakili bapak-bapak dan ibu-ibu memberikan sambutan, begitu pula kepada pihak kampus yang telah memberikan kepercayaan  kepada saya pada hari ini.

Bapak-bapak dan ibu-ibu  yang saya hormati, anak-anakku yang saya banggakan;
Puji dan syukur mari kita panjatkan kehadhirat Ila hi Rabbi, yang telah memberikan ni’mat yang tidak terhingga kepada kita semua. Seandainya air laut menjadi tinta dan bumi jadi kertasnya, tidak akan cukup untuk menulis anugerah Allah yang sudah kita terima.
Dan .... bagi orang yang bersyukur Allah menjanjikan dalam FirmanNya:
” Barang siapa bersyukur atas ni’mat yang aku berikan niscaya akan Aku tambah, dan apabila kufur akan ni’matku tunggu azabku amat pedih”.
Salawat dan salam juga kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu A’laihi Wasalam, pemimpin yang luar biasa yang menjadi suri teladan karena akhlak beliau yang sangat terpuji, dan membimbing kita kejalan yang benar.

Bapak-bapak dan ibu-ibu  yang saya hormati, anak-anakku yang saya banggakan;
Bersyukur kita  karena karena hidup dan tinggal di bumi Indonesia yang kata sebagian orang laksana sepenggal surga yang diturunkan ke bumi ini. Indonesia adalah negara agraris yang begitu subur, sampai Koes Plus bilang; ” orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat dan kayu jadi tanaman”, tetapi:
-         kenapa kita harus impor beras dari negara lain
-         kenapa di pasar dan swalayan buah-buahan di dominasi dari Bangkok
-         kenapa jeruk dari Cina yang lebih kecil justru lebih di sukai
-         kenapa apel dari negara lain lebih disukai dari apel Malang, dan lain sebagainya.
-         Dan masih ada yang kelaparan.
Kemaren saya dengan berita, petani di Jawa Tengah mengeluh akibat impor kentang dari cina, yang mengakibatkan harga kentang lokal turun drastis sampai 50% nya.
Kita ini laksana pribahasa lama:” itik berenang di air mati kehausan, dan ayam bertelur di lumbung padi mati kelaparan”.
Kenapa semua ini terjadi?, apakah kita perlu menanyakan kepada rumput yang bergoyang , seperti kata Ebiet G.Ade?. 


Bapak-bapak dan ibu-ibu  yang saya hormati, anak-anakku yang saya banggakan;
Saya teringat waktu kecil tinggal di sebuah dusun yang jauh dari kota Barabai, namanya Dusun Taras anak Desa Banua Kupang. Pada waktu itu bertugas  Petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendekatan kepada masyarakat yang mereka lakukan sangat baik, sehingga PPL pada waktu itu oleh masyarakat adalah sosok yang sangat dihargai. Bukan hanya orang dewasa, tetapi juga generasi muda. Banyak generasi muda yang ingin sekolah ke pertanian. Saking orang gandrungnya dengan PPL, bahkan PPL diplesetkan menjadi Pemuda Paling Laku. PPL generasi inilah yang meletakkan dasar perubahan kepada petani, dari pertanian pola tradisional menjadi pertanian pola modern.
Tetapi saat ini keberadaan PPL mulai ditinggalkan,  atau sebaliknya PPL lah yang meninggalkan para petani.   Anak-anak muda terutama yang terpelajar mulai meninggalkan desanya untuk mengadu nasib ke kota-kota besar.
Seandainya profesi petani itu dapat menjanjikan masa depan yang baik, cerah, dan membanggakan. Tentu anak-anak muda akan tetap bertahan di desanya dan akan bangga menjadi seorang petani.
Inilah tantangan yang perlu kita hadapi, bagaimana melakukan pendampingan kepada masyarakat petani, sehingga masyarakat petani menjadi berdaya. 


Bapak-bapak dan ibu-ibu  yang saya hormati, anak-anakku yang saya banggakan;
Para alumni yang berbahagia,
Setelah prosesi puncak ini berakhir, kalian memasuki dunia nyata, lakukanlah sesuatu sekecil apapun. Banyak hal yang bisa kalian lakukan, dengan ilmu yang sudah diperoleh. Tetapi jangan merasa puas dengan apa yang sudah kalian dapat, kalian baru memasuki pintu gerbang ilmu pengetahuan. Karena universitas yang sebenarnya ada di masyarakat, akan lebih banyak lagi ilmu yang akan kalian dapat. Kearifan-kearifan lokal dari masing-masing kelompok masyarakat, merupakan aset tersendiri yang janganlah kalian kesampingkan.
Indonesia memerlukan anak-anak muda yang idealis dan kreatif, seperti ucapan bapak pendiri bangsa ini yaitu Ir. Soekarno; ” berikan saya 100 orang anak muda, niscaya Indonesia ini akan segera  maju”.
Ucapan selamat dan rasa bangga yang luar biasa dari kami orang tua. Tiada kebahagiaan sebagai orang tua, selain melihar anak-anaknya berhasil menyelesaikan studinya seperti hari ini. Kalian merupakan harapan kami. Masa depan bangsa ini ada dipundak kalian.
Jadilah pemimpin bangsa, setidaknya jadilah pemimpin dari masyarakan dimana kalian berada. Mudah-mudahan dari kalian muncul Gt. Muhammad Hatta, Gt. Muhammad Hatta yang lainnya.
Insya Allah cita-cita kalian akan tercapai, apabila kalian punya mimpi. 



Dekan, Pembantu Dekan, Para dosen dan seluruh staf di Fakultas Pertanian yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Tiada kata lain selain  ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada kalian semua. Yang telah memberikan bimbingan, ilmu, fasilitas dan berbagai macam, sehingga anak-anak kami bisa berhasil pada saat ini. Kami sebagai orang tua tidak bisa membalas segala kebaikan yang telah kalian semua lakukan, hanya kami berdo’a semoga Allah membalas amal kebaikan kalian sesuai yang telah Allah janjikan.
Dengan ketulusan hati, kami memohon maaf atas segala tindak tanduk anak-anak kami, dan kami sendiri sebagai orang tua. Selama anak kami menimba ilmu di sini, terdapat kata-kata, perbuatan dan lainnya yang kurang mengenakan hati. Sekali lagi kami memohon kelikhlasan dan keridhaannya.

Bapak-bapak dan ibu-ibu  yang saya hormati, anak-anakku yang saya banggakan;
Demikian yang bisa saya sampaikan, terlalu banyak ucap tentu banyak salah, mohon ampun dan maaf atas segala ucapan saya. Karena kesalahan adalah akibat kebodohan dan kepicikan saya sendiri. Apabila ada kata yang bermanfaat itu semua karena Allah semata.

Terahir saya ingin menyampaikan sebuah pantun;
Kampus unlam di Banjarbaru atau di Banjarmasin
Segala jurusan ada di Fakultas Pertanian
Tiada pupus rasa terima kasih kepada guru atau dosen
Semoga Tuhan memberi berkah di hari kemudian.

Bil Taufik wal hidayah, wa afa min kum, wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Barabai, 23 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar